Perbandingan Mobil Listrik Vs Bensin, Hybrid, dan Hidrogen
Sumber: https://www.blackxperience.com
Mobil listrik sudah mulai
berdatangan sekarang. Sosoknya sudah beberapa tahun mundur kurang peminat. Mobil ini memang
digadang-gadang sebagai masa depan oleh berbagai kalangan. Perkembangan
teknologi semakin canggih. Performa mobil listrik seperti Tesla atau hypercar,
Rimac telah mengalahkan berbagai mobil bensin dalam duel drag. Banyak mobil
sekelas supercar atau hypercar bertenaga
bensin yang harus bersimpuh di depan duo jagoan listrik ini!
Membahas
perkembangan teknologi mobil ke depan khususnya dari segi sumber tenaga
tentunya tidak melulu soal bensin dan mobil listrik. Ada juga mobil hybrid dan
mobil hidrogen.
Mobil hybrid
adalah jembatan antara masa lalu (bensin) dan masa depan (listrik). Sementara
itu, mobil hidrogen bisa dianggap sebagai masa depan alternatif. Banyak orang
juga mengira bahwa hidrogen adalah masa depan otomotif.
Pembahasan mobil
listrik, bensin, hybrid, dan hidrogen sangat menarik. Tidak hanya dari
perkembangan teknologi dan prediksi masa depan. Namun juga dalam perdebatan
apakah peminat akan menerima kehadiran mobil “bisu” di masa depan?
Mari kita mulai
reviewnya.
Mobil
Bensin: Awal Dari Akhir
Kedekatan manusia dengan 'makhluk' ini
sangat intim. Mobil bensin telah digunakan selama lebih dari 100 tahun dan merupakan
bagian dari peradaban manusia dan kehidupan sehari-hari. Cobalah keluar di
jalan raya dan lihat mobil-mobil bensin berseliweran dengan majikan mereka.
Dalam kurun
waktu yang cukup lama, berbagai teknologi dan perkembangan lahir. Selain itu,
lahir pula budaya mobil yang merupakan perwujudan kedekatan manusia dengan
mesin berkaki empat ini.
Rangkaian
perjalanan otomotif selama lebih dari satu abad ini telah menciptakan ikatan
yang kuat antara peminat dan mobil. Kita sebagai peminat menyukai mobil bagus
dari tampilan, pergerakannya, suaranya, bahkan mungkin baunya.
Mesin pembakaran
internal telah menjadi nyawa bagi sebuah mobil. Ledakan piston dan deru knalpot
membuat sebuah mobil seperti makhluk hidup. Konsep ini melekat di hati para
peminat.
Hingga suatu
saat, manusia menciptakan spesies yang berbeda. Mobil listrik. Makhluk ini
hadir dengan motivasi utama untuk penggunaan energi baru yang efisien dan ramah
lingkungan. Mobil bisu 'dingin' ini juga digadang-gadang sebagai penyelamat
dunia dari polusi kendaraan.
Kabar buruknya? Bagi kami tentu saja.
Mobil bertenaga listrik digadang-gadang sebagai masa depan. Bahkan beberapa
negara telah membahas untuk nantinya melarang mobil berbahan bakar bensin.
Mereka sudah berbicara tentang pelarangan penggunaan mobil bensin pada tenggat
waktu 2030/2040!
Mobil
Hibrida: Jembatan Antara Masa Lalu dan Masa Depan
Kami melewatkan sejenak dengan membahas
mobil hybrid. Mobil ini memang sebagai penghubung antara mobil bensin dan mobil
listrik. Jembatan antara 'yang lalu' dan 'masa depan'.
Sebenarnya
konsep mobil hybrid diperkenalkan pada tahun 1900. Ferdinand Porsche telah
membuat Lohner-Porsche yang merupakan mobil hybrid pertama di dunia. Kendati
demikian, teknologi ini baru mulai diperkenalkan secara luas pada tahun 1997
oleh Toyota melalui Toyota Prius.
Cara kerja mobil blasteran ini secara
garis besar memadukan mesin mobil bensin dengan motor listrik dan generator.
Sederhana jika di mobil sudah terpasang turbo atau supercharger,
maka dipasang perangkat motor listrik ini.
Energi listrik
diperoleh dari baterai. Energi kinetik saat berkendara dan pengereman akan
diubah oleh listrik menjadi listrik yang disimpan dalam baterai.
Saat mobil tidak
bergerak, saat dinyalakan atau saat dinyalakan perlahan, mobil menggunakan
listrik. Saat berkendara normal, mobil menggunakan tenaga bensin. Saat
akselerasi tinggi, mobil menggunakan kombinasi bensin dan tenaga dari motor
listrik.
Populasi spesies
mobil hibrida terus meningkat. Hal ini tentunya didukung oleh kenaikan harga
BBM serta efisiensi penggunaan BBM dan pengurangan polusi. Hingga 2017 lebih
dari 12 juta mobil hybrid telah terjual!
Sesuai dengan
tujuan utamanya. Agen mobil hybrid ini berhasil menjalankan misinya. Mobil ini
dinilai lebih irit dan tidak terlalu berpolusi dibandingkan mobil berbahan
bakar bensin. Lebih lanjut, para produsen sedang dan akan mengembangkan spesies
terbarunya yang bertenaga listrik alias mobil listrik.
Mobil
Listrik : Masa Depan Bersih? Tapi Pasti … Senyap
Tema hijau atau ramah lingkungan dan
efisiensi energi kemudian terus meningkat. Pabrikan juga mengembangkan mobil
mereka dari yang awalnya hybrid dan kemudian mobil listrik penuh. Mobil listrik
sederhana yang tidak lagi menggunakan mesin bensin layaknya hybrid. Semua
energinya berasal dari baterai.
Sebenarnya mobil
listrik ini dibuat lebih lama lagi yaitu pada tahun 1884. Pada tahun 2008-an,
konsep mobil bertenaga listrik semakin diperkuat setelah kemunculan Tesla yang
menggebrak dunia otomotif dengan performa Tesla Roadster-nya. Mobil listrik ini
memiliki tenaga 248 hp dan mampu berakselerasi 0-100 hanya dalam waktu 3,9
detik! Dalam sekali pengisian mobil ini bisa menempuh jarak 400 km!
Tesla tak bisa
dipungkiri memulai babak baru dalam dunia otomotif dunia. Dari sinilah para
produsen kemudian mulai serius mengembangkan dan memproduksi mobil listrik
lainnya. Sebut saja seperti BMW, Hyundai, Honda, Nissan, VW, Benz, Renault, dan
masih banyak lagi yang turut mengembangkan model mobil listrik mereka.
Hingga akhirnya, Rimac muncul. Ini
adalah hypercar listrik
pertama yang menjadi pahlawan berikutnya setelah Tesla. Rimac berhasil
mengalahkan berbagai supercar bahkan
hypercar bertenaga bensin. Publik tercengang.
Masa depan sudah
dekat! Meski teknologi berkembang pesat, sebagian besar peminat masih kurang
menyukai mobil listrik. Alasan utamanya adalah karena spesies ini tidak
memiliki jiwa seperti mobil bensin. Rasanya dingin, dan tentu saja hening/sepi.
Penggemar lebih dari satu abad telah mempercayai konsep mesin dengan ledakan
piston sebagai kehidupan mobil. Deru knalpot seperti suara dari mobil.
Kita tidak tahu
generasi penerus yang saat ini sangat lekat dengan era dan teknologi digital.
Bisa jadi memang, dan dalam waktu yang tidak lama lagi mobil bertenaga listrik
akan menjadi keseharian kita. Seperti smartphone yang 10 tahun lalu masih
menjadi barang asing. Lihatlah jumlahnya sekarang. Tersedia dimana saja.
Soal ramah
lingkungan, sebagian orang menilai mobil bertenaga listrik pada akhirnya tetap
tidak sehijau yang kita bayangkan. Pendapat tersebut didasarkan pada produksi
listrik yang saat ini sebagian besar masih mengandalkan pembakaran energi
fosil. Jadi pada dasarnya, sebelas dua belas alias adalah sama. Semakin banyak
orang menggunakannya, semakin banyak pula konsumsi listrik dalam produksinya
yang melibatkan pembakaran fosil.
Bahkan di banyak
negara maju, sebagian besar energi listrik dihasilkan melalui pembakaran bahan
bakar termasuk batubara. Hanya sedikit yang mayoritas menggunakan tenaga nuklir
dan air seperti di Norwegia, Prancis, Selandia Baru, dan Kanada.
Mobil
Hidrogen : Alternatif Di Masa Depan
Beberapa orang berpikir bahwa masa depan
otomotif sebenarnya ada di hidrogen. Tentu hal ini ditentang oleh sebagian
kalangan lain, termasuk di dalamnya, Elon Musk. Salah satu alasannya adalah
produksi energi dari hidrogen melepaskan karbon dioksida. Pastinya berbeda
dengan mobil listrik yang “nol emisi”. Meski ya, proses pembuatan listrik masih
mencemari.
Membandingkan
mobil hidrogen versus mobil listrik sebenarnya sangat menarik. Kedua teknologi
ini masih dalam pengembangan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.
Produsen juga tampaknya masih 'bingung' antara mengembangkan teknologi listrik
atau hidrogen. Saat ini baru ada 4 mobil hidrogen yang sudah diproduksi dan
dipasarkan. Toyota Mirai, Hyundai Nexo, Hyundai FCEV, dan Honda Clarity.
Seperti yang
telah disebutkan sebelumnya, mobil listrik tidak sepenuhnya 'hijau' karena
proses produksi listriknya masih melibatkan banyak fosil. Ini berbeda dengan
mobil hidrogen. Mobil ini menghasilkan listriknya sendiri. Alias tidak
disimpan.
Mengapa, mobil
hidrogen juga menggunakan listrik? Ya, mobil hidrogen digerakkan oleh listrik,
seperti mobil listrik. Bedanya, listrik tidak dihemat, melainkan berasal dari
reaksi kimia antara gas hidrogen dari tangki dengan oksigen dari udara. Reaksi
ini terjadi pada sel bahan bakar yang menghasilkan listrik yang kemudian
menggerakkan motor listrik.
Ingin tahu sisa
limbah dari reaksinya? Air! Bahkan air ini bisa diminum! Sudah banyak video
orang minum air sisa dari mobil hidrogen dan tidak apa-apa.
Kelebihan lain dari mobil hidrogen
adalah pengisian bahan bakarnya sama dengan mobil bensin. Hanya 5 menit. Ini
tentunya jauh berbeda dengan mobil listrik yang membutuhkan pengisian daya
berjam-jam. Tesla 'supercharger' mengisi
30 menit itupun membutuhkan perangkat khusus dan pengisian tidak optimal (hanya
80%). Bayangkan berapa tempat uang tunai mobil (SPBU versi listrik).
Ini bukan hanya
waktu pengisian cepat. Mobil hidrogen juga memimpin dalam hal jarak tempuh,
mengungguli mobil bertenaga listrik dan mobil bensin. Satu tangki bisa menempuh
600 km! Luar biasa!
Apakah Anda penggemar kecepatan? Bikin
santai aja. Seperti halnya mobil listrik, mobil hidrogen juga cukup mumpuni
dalam hal tenaga dan kecepatan. Toyota Mirai memiliki tenaga 152 hp, Hyundai
Nexo 163 hp, dan Honda Clarity 130 hp. Tidak buruk. Perlu diketahui mobil ini
bukanlah mobil performa seperti Tesla atau Rimac. Selain itu, teknologi
hidrogen yang saat ini sedang digarap tidak seketat tren perkembangan mobil
listrik. Begitu tren naik, mungkin ada mobil hidrogen hypercar nanti.
[yat/asl/timBX] berbagai sumber
Komentar
Posting Komentar